Model Pembelajaran ADI (Argument-Driven Inquiry) Beserta RPP

Model pembelajaran Argument-Driven Inquiry (ADI) merupakan salah satu model pembelajaran inquiry
Model Pembelajaran ADI


Salah satu teori yang dikemukakan oleh Piaget dan Sampson mengatakan bahwa pembelajaran harus diarahkan pada implementasi pengalaman yang dialami oleh siswa melalui eksperimen atau observasi lapangan. Dengan demikian, diperlukan rancangan atau model pembelajaran yang cocok untuk menjawab teori tersebut.

Salah satu model pembelajaran yang cocok adalah model pembelajaran Argument-Driven Inquiry atau yang bisa disingkat dengan ADI. Model pembelajaran ADI merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk mempersiapkan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyebarkan metode mereka sendiri dalam mendapatkan data, melakukan investigasi, menggunakan data untuk menjawab pertanyaan penyelidikan, menulis serta berpikir lebih reflektif.

Model pembelajaran ini dapat membuat siswa mengklaim sesuatu baik pendapat atau teori yang dikemukakan seseorang, dengan bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini dikarenakan model pembelajaran ADI mempunyai komponen-komponennya yaitu data, klaim, pembenaran, dukungan, dan sanggahan.

Pengertian Model Pembelajaran ADI

Menurut Marhamah, Nurlaelah, & Setiawati (2017) model pembelajaran Argument-Driven Inquiry (ADI) merupakan salah satu model pembelajaran inquiry. Model pembelajaran ini dirancang untuk mempersiapkan dan memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan sendiri metode memperoleh informasi, melakukan penelitian, menggunakan informasi untuk menajwab pertanyaan penelitian, menulis dan berpikir reflektif.

Pendapat serupa dikemukakan oleh Inkomara & Suyono (2023) yang menyatakan bahwa model pembelajaran ADI merupakan model yang dirancang untuk mempersiapkan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan menerapkan metodenya sendiri sehingga siswa dapat merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, dan menggunakan data untuk menjawab pertanyaan inkuiri, melakukan penelitian, dan berpikir reflektif.

Pembelajaran dengan model ADI meningkatkan keterampilan proses sains, keterampilan menulis argumentasi ilmiah, dan kualitas argumentasi siswa. Model pembelajaran ADI merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan pada pelibatan siswa melalui kegiatan berbasis inkuiri agar lebih mudah belajar, autentik, dan kritis.

Pembelajaran yang menerapkan model ADI memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Menyajikan masalah esensial yang akan diselidiki.
  2. Membuat argumen hasil penyelidikan.
  3. Mendiskusikan argumen untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
  4. Melakukan pemeriksaan dengan melakukan penyelidikan ulang untuk memperkuat argumen sebelumnya.
  5. Hasil penyelidikan dan argumen dibuat menjadi laporan.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran ADI

Sebelum menggunakan model pembelajaran ADI, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui kelebihan dan kekurangan model pembelajaran ini. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan model ADI.

A. Kelebihan

Model pembelajaran ADI memiliki kelebihan sebagai berikut:

  1. Mengembangkan tujuan kegiatan pembelajaran untuk mencoba mengembangkan, memahami atau mengevaluasi penjelasan ilmiah tentang gejala alam atau pemecahan masalah.
  2. Melibatkan siswa dalam penyelidikan.
  3. Mendorong masyarakat untuk belajar membuat argumen yang meng mengartikulasikan dan membenarkan pertanyaan penelitian sebagai bagian proses penelitian.
  4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bagaimana mengusulkan, mendukung, mengevaluasi, merevisi ide melali diskusi, dan menulis dengan lebih produktif.
  5. Ciptakan ruang kelas yang menghargai bukti dan pemikiran kritis.
  6. Dorong siswa untuk memantau pembelajaran.

B. Kekurangan

Meskipun memiliki banyak kelebihan, model ADI ini juga memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  1. Membutuhkan waktu yang relatif lama: model ADI melibatkan banyak tahap, mulai dari pengamatan hingga penyusunan argumen. Hal ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan model pembelajaran lainnya.
  2. Memerlukan guru yang kompeten: guru perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang materi, keterampilan bertanya yang baik, dan kemampuan untuk memfasilitasi diskusi.
  3. Sulit diterapkan pada semua materi: tidak semua materi pelajaran cocok untuk diterapkan model pembelajaran ADI.
  4. Jika tidak dikelola dengan baik, model ini dapat menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan kurang fokus pada pencapaian dasar.

Sintaks Model Pembelajaran ADI

Adapun tahapan-tahapan atau sintaks dalam model pembelajaran ADI adalah sebagai berikut.

No. Langkah-langkah Pokok Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1. Identifikasi Masalah Menentukan poin atau problem (masalah utama) yang akan dibahas dalam pembelajaran (eksperimen) Mengidentifikasi problem yang disediakan guru.
2. Pengumpulan data Membimbing siswa tentang cara apa dan bagaimana data yang seharusnya dikumpulkan oleh siswa. Menyelidiki klaim yang diungkapkan dengan mencari data yang dapat mendukung klaim.
3. Pembuatan Argumen Tentatif Menentukan kelompok siswa dan mengawasi proses diskusi. Mengembangkan klaim atau argumentasi yang dibuat memakai metode Toulmin secara berkelompok.
4. Argumentasi Memandu dan membimbing siswa untuk melakukan argumentasi. Mengungkapkan hasil diskusi kelompok dengan mendebatkan klaim kelompok lain dan memperkuat klaim sendiri.
Sumber
  1. Fadly, W. (2022). Model-Model Pembelajaran untuk Impelementasi Kurikulum Merdeka. Bantul: Bening Pustaka.
  2. Inkomara, W. Y., & Suyono. (2023). Kelayakan Lembar Kegiatan Peserta Didik untuk Melatihkan Keterampilan Argumentasi Melalui Model Argument Driven Inquiry Pada Larutan Penyangga. Jurnal Redoks: Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia, 6(1), 19-26.
  3. Marhamah, O. S., Nurlaelah, I., & Setiawan, I. (2017). Penerapan Model Argument Driven Inquiry (ADI) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi Siswa pada Konsep Pencemaran Lingkungan di Kelas X SMA Negeri 1 Ciawigebang. 9(2), 1907-3089.
  4. Shoimin, A. (2020). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Seorang Pembelajar, Blogger, dan Mahasiswa PGSD